Tak Berkategori

Dari Delay Pesawat Sampai Delay Pernikahan

Suara gesekan alas sepatu miliknya dan ubin lantai menggema diseluruh lorong bandara. Langkah kakinya seakan tak bisa diajak kerjasama. Berusaha lari walau tak sekencang para wanita muda yang mendahuluinya. Raut wajahnya yang semula penuh dengan rona bahagia tiba-tiba menghilang setelah kakinya menginjakkan di bandara. Dengan rasa penuh penasaran, dia menghampiri kerumunan orang yang rona wajahnya hampir dipastikan ada kejadian buruk yang terjadi.
“Permisi, ada apa ini?”
“Biasa bu, delay”
“Pesawat apa yang delay?”
“Penyakit si singa merah lagi kumat”
Mendengar jawaban si pemuda yang penuh dengan kata konotasi, seketika lutut kakinya lemas. Tangan kanannya mencengkram kuat kursi tunggu disebelahnya, berusaha menopong tubuhnya. Tapi akhirnya dia menyerah untuk berdiri dan duduk dikursi tersebut.
“Oh Tuhan, bodohnya aku pilih maskapai ini” Terdengar nada penuh penyesalan terucap dibibirnya.
Kedua telapak tangannya mengusap seluruh wajahnya, berusaha mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.
“Ibu tidak apa-apa?”
“Tidak nak, hanya sedikit capek karena lari-larian tadi”
“Kami semua disini mencari kepastian bu, sudah lebih dari 5 jam saya disini”
“Berarti dari dini hari nak delaynya?”
“Iya bu, mereka bahkan ada yang menginap sejak tadi malam. Sekarang kami sedang menuntut refund”
“Sudah ada penjelasan dari pihak penerbangan?”
“Ah mereka anggap masalah ini sudah biasa, tak ada keseriusan untuk memperbaiki service. Semua schedule saya kacau balau.”
Mendengar kata schedule, pikirannya kini teringat dengan tujuannya pergi ke bandara. ‘Ini adalah hari besar anakku, maafkan ibu nak telah mengacaunya’ gumamnya dalam suara yang sangat pelan. Matanya kini mulai berkaca-kaca, membayangkan anaknya yang akan sangat kecewa.
“Maaf, kalau benar saya tadi mendengarnya, anak ibu hari ini menikah?” Tanya pemuda tersebut.
“Siang ini acara akad nikahnya, seharusnya pagi ini saya sudah berada di sana” Nada penuh penyesalan dan kesedihan keluar dari mulutnya, diikuti dengan butiran air mata yang mulai keluar diujung kedua matanya.
“Coba ibu telpon anaknya, ceritakan kondisi yang terjadi disini, semoga anak ibu bisa mengerti”
Mendengar saran dari pemuda yang duduk disebelahnya, dia langsung mencari nama anaknya dikontak Handphone-nya, yang sebenarnya sudah berada digenggaman tangannya dari tadi. Berusaha berdiri dari tempat duduknya untuk bicara dengan anaknya diujung telpon. Bibirnya bergetar penuh keraguan ketika menjelaskan apa yang terjadi di bandara. Bola matanya tak bisa membohongi apa yang dirasakan sekarang. Takut akan kekecewaan dan kesedihan anaknya.
Ratusan orang yang telah menjadi korban delaynya pesawat yang berlambang singa merah berkoar-koar didepan terminal 3 untuk menuntut uang tiket kembali. Sekaligus menyampaikan rasa kekecewaan akan layanan dari pihak penerbangan. Terlihat beberapa orang memilih pergi dari bandara karena tak ada kepastian yang diberikan.
“Bagaimana bu?” Serobot pemuda tersebut ketika dia kembali meraih tempat duduknya.
“Syukurlah, dia lebih memilih ibunya untuk datang, sehingga akad nikahnya diundur jam 4 sore nanti.” Terdengar kelegaan yang terucap dari bibirnya walau raut mukanya masih tampak rasa kekecewaan.
“Masih ada 7 jam untuk sampai ke Jakarta bu, lebih baik ibu segera cari tiket pesawat lain”
“Termikasih sarannya nak, ibu pamit dulu”
“Ibu tidak minta refund?”
“Tiket pernikahan anak ibu lebih penting daripada tiket pesawat”
Senyum sumringah mengembang diwajahnya yang sudah tak muda lagi meninggalkan pemuda yang menemaninya bicara. Punggungnya mulai lenyap, terhalang banyaknya calon penumpang yang berada dibandara karena gagal berangkat. 
Pemuda itu pun ikut berdiri, bergabung dengan kerumunan orang yang menuntut tanggung jawab. Tapi dahinya berkenyit, seolah mengisyaratkan tidak ada jawaban dan kepastian dari tuntutan yang diajukan para calon penumpang pesawat yang berlambang singa merah. Dengan enggan dia melangkahkan kaki keluar dari bandara menuju taxi biru yang berada terparkir diluar bandara.
*refund : pengembalian tiket untuk mendapatkan uang kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s