Tak Berkategori

[FF] Permadani Terbang

Sosok lelaki tampan yang selalu kubayangkan dengan permadani terbang ala film Aladin benar-benar ada di depan mataku. Dia hadir di waktu yang tepat dalam hidupku. Melihatnya seperti ini pun rasanya sudah tak bisa bernafas, apalagi membayangkan bersamanya di altar pernikahan bersamanya seperti yang diucapkan tadi. Rasanya ingin terbang kelangit ketujuh untuk berterimakasih kepada Tuhan atas anugerahNya ini.

“Hei sayang, bagaimana usulku tadi?” Sergapnya dengan tiba-tiba.

“Aku ada jadwal operasi minggu ini.” Jawabku dengan tenang seakan tak tertarik apa yang baru saja ditawarkan.

“Bukannya kau suka pangeran yang mengajakmu naik permadani terbang?”

Seketika aku terkekeh mendengar ucapannya barusan. Sejak kapan dia tahu aku menyukai sosok Aladin yang mau mengajak si princess berkeliling dunia dengan menaiki permadani terbang?

“Tapi aku ada operasi minggu ini, kasihan pasienku!”

“Sudahlah, Aladin tak bisa kau bohongi seperti ini. Minggu ini kau tidak ada operasi, aku sudah mengecek jadwalku.”

Wajahku berpaling menghadap wajahnya. Tergambar raut wajah serius dan penuh kepercayaan.

“Tapi kita ke Bali besuk bukan menggunakan permadani terbang melainkan pesawat terbang. Paginya acara bisnis dan sorenya kita bisa menikmati liburan”

Dengan lembut tangannya menyapu air mataku yang keluar tanpa dikomando. Senyum tulus dan mata yang penuh cinta sangat terpancar nyata di depan mataku. Membuatku tenggelam dalam dekapan kasih sayangnya.

 Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s