Tak Berkategori

[Surat] Untuk Takdirku : Kepingan Dini Hari

Kamu mencintaiku seluas samudra?

Ingatlah, seluas-luasnya samudra pasti bertepi. Dan aku tak akan sudi membiarkan cintamu menemui tepiannya.

Kamu mencintaiku seluas jagad raya?

Tengoklah ke atas, masih ada langit, langit, dan langit lagi. Itu artinya jagad raya hanya seujung kuku bagi pemilik Arsy sebenarnya. Cintamu tidak sekecil itu bukan.

Kamu mencintaiku seputih butiran salju?

Coba rasakanlah bagaimana salju sebenarnya. Hanya dingin menusuk kulit yang akan kamu rasakan. Aku percaya cintamu tidaklah sedingin itu, sehingga melukai perasaanku.

Kamu mencintaiku seperti matahari merindukan bumi?

Lihatlah mereka yang juga berduyun-duyun menantikan pertemuan mereka. Sebenarnya aku juga menantikannya. Tapi aku tak akan sanggup untuk menunggu cintamu selama itu. Aku tidak akan setegar bumi dan matahari yang sanggup hanya bertemu selama 300 detik.

Kamu mencintaiku seperti harumnya kuncup bunga mawar?

Hitunglah berapa lama wangi harum itu tetap semerbak. Perlahan namun pasti wangi itu akan pudar diiringi layunya sang bunga. Aku tidak akan membiarkan cintamu layu sebelum bersemi.

Lalu apa yang akau mau?

Cintailah aku sebanyak kamu berdoa dan berdzikir ke Sang Pencipta. Karena cintamu telah tercatat abadi di langit singgasana dan aku harap cintamu akan diaminkan oleh ribuan malaikat.

~Secuil kepingan dini hari untuk kau sang takdirku~

6 tanggapan untuk “[Surat] Untuk Takdirku : Kepingan Dini Hari”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s