Tak Berkategori

Bergurau Pada Hujan

Diantara bebatuan yang gagah itu, akulah batu kerikil yang paling kecil dan suka melukai

Diantara dedaunan yang segar itu, akulah daun layu yang kering dan mudah terjatuh

Diantara kumbang yang berebut kuncup bunga itu, akulah kumbang hitam yang paling membenci bunga

Diantara tawa tulus yang menggema, akulah tawa semu yang penuh dusta

Diantara hujan yang membawa rindu, akulah hujan yang membawa kenestapaan

Sorak sorai itu menjadi penanda, jika aku kembali bergurau pada sang hujan

Kali waktu aku kembali menyukainya, saat bertepi di surau untuk bercengkrama lama

Kali waktu aku membencinya, saat menepi tanpa sepatah kata

Suara syahdunya bak alunan musik yang memanggul rindu

Suara syahdunya bak sayatan pisau yang menggores luka

Tawanya menentramkan sekaligus memilukan

Tetap saja hati di bawah hujan mudah bergetar sekaligus berbohong

Seperti pesan hujan yang telah sampai pada bumi : berhenti adalah pilihan, menanti adalah kutukan, mencari adalah keyakinan

~Semarang, usai hujan tanpa cahaya~

Satu tanggapan untuk “Bergurau Pada Hujan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s