Tak Berkategori

Puasa Menulis

“Sombong, sekarang udah jarang nulis lagi.”

“Ah, sejak jadi juara semangatnya malah kendor.”

“Kamu itu jangan mudah berpuas diri.”

Sepuluh hari puasa Ramadhan telah terlewati. Sepuluh hari pula ‘puasa menulis’ menghinggapi saya. Malah lebih sibuk nyunnah (re : tidur) daripada berkarya. Lalu, anggapan-anggapan miring mulai berdatangan dari lingkungan sekitar. Seperti tiga kalimat percakapan di atas.

Apa benar saya sekarang jarang nulis?

Yuppss, benar sekali.

Apalagi perkara blogging. Saya terhtiung paling pemalas buat posting (daripada teman-teman seperjuangan di komunitas ODOP. Saking malasnya tulisan-tulisan yang sudah diniatin bakal rampung, selalu berujung di kotak draft. Tulisan yang sedang kamu baca ini juga loh. Sudah seminggu ‘mangkrak’ di kotak draft.

Alibinya, kondisi seperti ini saya manfaatkan untuk Puasa Menulis. Yap, sama seperti puasa Ramadhan yang diwajibkan menahan lapar dan nafsu, puasa menulis juga demikian. Puasa unuk menahan diri dari sifat nyinyirin orang dan kesombongan inteleqtuil haha. Maksud sebenarnya puasa menulis adalah unuk intropeksi diri.

Apalagi kasus Afi –sosok anak SMA yang menggonjang-ganjing seantero negeri karena tulisannya (meskipun diketahui tulisan dia plagiasi)– sudah sangat menampar keras pipi saya. Dari kejadian tersebut, memberikan gambaran betapa mengerikannya menjadi inteleqtuil tanpa etika. Apa guna membaca dan menulis banyak hal, jika isinya nyaris ‘tong kosong berbunyi nyaring’.

Setidaknya puasa menulis akan memberikan ruang/space bagi saya untuk bisa intropeksi diri. Merenungi apakah tulisan saya benar-benar layak dibaca oranlain ataukah hanya sekedar sampah. Memperbaiki kualitas tulisan dengan melihat refrensi dari banyak sudut pandang. Tidak anti kritik yang tujuannya untuk membangun tulisan. Juga mengerem diri agar tidak mengalami kesombongan inteleqtuil. Menulis tanpa etika itu bahaya.

Semoga setelah ini tulisannya makin jelas maqam-nya. Absurd boleh, tapi harus lucu. Berhubung blog ini memang didesain seperti adonan gado-gado. Harap maklum jika bikin migrain kepala. So, selamat berpuasa menulis bagi diri saya sendiri dan selamat berpuasa Ramadhan bagi kawan-kawan semua.

2 tanggapan untuk “Puasa Menulis”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s