Tak Berkategori

Kekonyolan Mahasiswa Selain Makan Indomie dan Promag Setiap Akhir Bulan

Mahasiswa adalah sekelompok mamalia yang diciptakan Tuhan dengan garis nasib yang menyedihkan sekaligus membahagiakan. Menyedihkan saat di akhir bulan dan membahagiakan saat mendapat kabar uang saku telah ditransfer. Dibalik nestapa mahasiswa yang kata Bang Rhoma masih berdarah muda itu, ada sepenggal kisah konyol yang tidak melulu membahas tentang tugas, demo, aksi kepung rektorat dan makan Indomie Promag. 
Mahasiswa tetaplah manusia biasa yang tidak luput dari kekonyolan-kekonyolan. Rakyat tunduk pada presiden, presiden tunduk pada mahasiswa dan mahasiswa tunduk pada gebetan dan makanan. Semua jenis mahasiswa, dari spesies yang jarang mandi dan suka semedi, spesies yang doyan orasi dan pepsi, sampai mahasiswa yang rajin belajar tapi kurangajar karena pelit ngasih contekan memiliki garis kekonyolan masing-masing. 
Berikut ini kekonyolan para penyandang status mahasiswa yang suka ngaku-ngaku sepemikiran dengan Gie. 
1. Wifi Hunter 

Jangan remehkan mahasiswa kalau soal urusan buru-memburu, apalagi soal perkara memburu Wifi, itu urusan gampang bagi mereka. Ingat, yang ditakutkan mahasiswa adalah gebetan diambil orang. Wifi seakan menjadi oase penyejuk di tengah hamparan tugas yang menumpuk. Tanpa Wifi, apa kabarnya dengan film kesukaan, games kesayangan, dan tugas-tugas terkasih itu. Biasanya mereka mencari wifi di area kampus atau segala macam tempat yang menyediakan wifi gratis dengan bit oke tanpa syarat mahar. Bermodal rol kabel, jaket, obat nyamuk dan kopi, para mahasiswa ini akan menyusuri gelapnya malam nan dingin sampai pagi buta. Sambil harap-harap cemas semoga ada Bidadari atau pangeran yang berkuda putih untuk menemani iktikaf dengan wifi.
      2.  Makanan gratis 

Ini yang sering terjadi saat musim Ramadhan tiba. Semua mahasiswa tiba-tiba berbondong-bondong pergi ke masjid menjelang maghrib, secara kasat mata memang tampak betul pergi ke masjid buat beribadah. Seperti udang di balik bakwan, niat pergi ke masjid diselipi dengan harapan mendapatkan gratis takjil plus makan besar untuk buka puasa. Namanya juga mahasiswa, mereka harus berpikir logis untuk perkara logistik. Di bulan-bulan biasa pun saat ini tengah menjamur tempat makan yang memberikan diskon makanan setiap hari jumat atau free makan buat yang puasa Senin Kamis (mungkin lagi bersedekah bagi para musafir ilmu). Selain itu, makanan gratis juga dapat diperoleh di tempat makan tertentu dengan menunjukkan KTP/KTM/SIM/KK dan hal-hal lainnya yang menunjukkan bahwa ia sedang berulang tahun. Sebenarnya makanan gratis ada dimana-mana guys, jangan melulu berkutat dengan Indomie dan promag. Ingat, barang siapa yang bersungguh-sungguh mencari makanan gratis maka pahala bagi yang memberi.
      3. Wayangan Nonton Drama Korea
Kalau yang ini cenderung melanda kaum hawa, meskipun hampir tertangkap basah, sekelompok kaum adam juga melakukan demikian. Drama Korea tidak ada matinya, apalagi bagi para mahasiswa. Ini bisa menjadi moodboster di siang bolong dan kering kerontang akan kasih sayang dosen, sehingga pelampiasannya dengan menonton para oppa-oppa ganteng yang main di layar drama. Tapi tidak melulu soal kegantengan, di drama kita juga bisa belajar banyak hal, terutama tentang kehidupan cinta. Seperti kata bang Rhoma, hidup tanpa cintabagai taman tak berbunga. Mumpung masih muda, gunakan waktu sebaik-baiknya untuk nonton drama.
      4.  Rebutan Jadwal Kuliah
Untuk jurusan yang sudah dibagi rombel dan dosennya perkara ini mungkin terlihat sepele dan malah tidak penting. Tapi lain halnya, jika rombel dan dosen ditentukan sendiri oleh mahasiswa, alhasil tradisi jaga portal jadwal kuliah menjadi makanan mahasiswa tiap semester. Para pejuang jadwal kuliah ini memiliki prinsip ‘apapun rombelnya, yang penting nilainya aman’, nilai aman bisa dibidik dari dosen yang akan dipilih. Konon mereka siap berperang dengan kawannya sendiri, yang penting bisa mengamankan kursi kelas yang dosennya enak.
     

5.  Jarang Mandi

Mahasiswa wangi, rapi, berkerah dan rajin mandi bisa jadi hanya terlihat pada anak-anak mahasiswa baru. Semakin tinggi semester seorang mahasiswa, maka tingkat kejarangan mandi akan berbanding lurus. Tagline mereka ‘yang penting tugas kelar’. Akibat begadang merampunkan tugas, tak jarang mereka pun akan bangun kesiangan dan terlambat kuliah. Salah satu jurus mengatasi terlambat kuliah adalah dengan tidak mandi pagi. Selain itu, kebiasaan yang ada di kos biasanya menjadikan Azan Maghrib bukan sebagai pemanggil waktu sholat melainkan panggilan waktu mandi sore.

5 tanggapan untuk “Kekonyolan Mahasiswa Selain Makan Indomie dan Promag Setiap Akhir Bulan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s