Tak Berkategori

Jadilah Pembaca Simpati

Berbicara soal membaca, maka kita akan diarahkan juga ke soal selera. Mengenai selera pun akan sangat kompleks jika dijabarkan. Karena selera berorientasi bukan sekedar suka. Ada unsur lain, seperti kebutuhan, keinginan, kebiasaan, bahkan keterpaksaan -yang juga bisa menentukan selera.

Seperti makanan yang beranekaragam bentuk, warna, dan rasa. Kita berhak memilih apa yang kita butuhkan untuk mengisi perut dan tenaga. Seenak apapun makanannya kalau kita tidak selera, percuma saja. Indra perasa yang berfungsi hanya di pangkal lidah -pahit.

Bahan bacaan pun juga sangat beranekaragam. Ada buku diktat dan pelajaran, yang orientasinya kita baca karena terpaksa. Ada koran, berorientasi untuk memaparkan peristiwa terkini, pembacanya pun bersukarela membaca karena kebutuhan akan informasi. Ada komik, cerpen, novel, dan hiburan lainnya yang pembacanya kebanyakan berorientasi atas dasar rasa suka atau hobi. Ada berbagai alasan mengapa melakukan kegiatan membaca.

Selera bisa berubah. Beriring tambahnya umur dan pengetahuan. Jika seseorang tersebut telah melanglang buana di dunia kepenulisan dan sastra. Pasti memiliki gread tersendiri. Tulisan seperti apa yang pantas ia baca. Bahkan bukan sekedar konten/ isi yang menjadi acuan alasan untuk membaca. Teknik kepenulisan, diksi, susunan kalimat, bentuk eyd, serta pesan moral yang ada di dalamnya, menjadi tolak ukur tertentu dalam menyukai sebuah karya tulisan.

Namun, bukan pembaca sejati namanya jika hanya mengandalkan unsur selera. Pembaca ini tergolong pembaca egois, karena tidak mau menilik jenis bacaan lain yang tidak sesuai dengan dirinya. Unsur lain untuk menjadi pembaca sejati adalah menjadi pembaca simpati. Simpati bukan sekedar bertandem rasa kasihan. Melainkan pembaca akan setia membaca tulisan sampai akhir. Tulisan tersebut akan terus ditelusurinya sampai menemukan hal menakjubkan yang ada di dalamnya. Menangkap apa yang berusaha disampaikan penulis. Atau terkadang hanya membaca mengalir mengikuti alur tulisan tanpa melibatkan emosi.

Memuakkan memang. Tetapi pada akhirnya pembaca simpati menjadi kaya akan perbendaharaan kata, bahasa dan wawasan dunia tulisan. Jenis, bentuk, warna apapun tulisannya, bakal bisa menangkap apa yang di sampaikan oleh penulis.

Selamat membaca!

Satu tanggapan untuk “Jadilah Pembaca Simpati”

Tinggalkan komentar