Malam itu, pukul 03.00 dini hari, mata saya masih terjaga. Rasanya sulit untuk memejamkan mata dan terlelap. Barangkali efek tidur sore sebelumnya. Untuk mengusir suntuk tangan saya sibuk mempermainkan gadget. Dari buka bbm, berlanjut ke facebook, kemudian berselancar di twitter, kemudian lagi menyelam di instagram -semua media sosial sudah saya jamah-.
Berulangkali saya membuka media sosial berurutan (re : buka tutup buka tutup). Ngestalking penulis-penulis kece mojok.co. Nyepam like di instagram. Dan semua kegiatan olahraga jari lainnya.
Ada foto di instagram yang berhasil meggugah jiwa keponisme saya. Yakni foto milik bapak Ridwan Kamil (walikota Bandung) sedang berpose bersama anak wadonnya yang baru saja wisuda Al-qur’an. Subhanallah bapak Ridwan benar-benar menginginkan anak wadonnnya sebagai penolong amal jariyah di yaumul hisab nanti.
Berhubung jiwa keponisme saya sudah terbangun, akhirnya saya tidak segan-segan untuk melanjutkan berburu kepo anaknya Kang Emil ini. Foto-fotonya sedap dipandang ditambah captionnya yang memang pure kepolosan anak-anak tanpa gimmick. Tak ketinggalan juga komentar-komentarnya saya baca satu per satu dengan seksama dan teliti.
Kolom komentar itulah yang membuat saya seperti ditarik magnet ke pusat bumi. Kembali menyelami cita-cita saya yang dulu sudah terpetakan dan perlahan menghilang digayut waktu. Ah, rasanya saya ditampar ketika membuka -dengan tidak sengaja- salah satu akun milik komentator di ig anaknya kang Emil.
Woohh, deretan prestasi yang tertulis di bionya langsung menohok mata saya. Cantik, muda, berhijab -sepertinya seusia dengan saya- itulah gambaran foto milik akun @zulfambb (kalau nggak salah ketik si itu nama akunnya). Akhirnya saya memutuskan untuk membuka foto satu per satu. Lagi-lagi kejutan-kejutan muncul tanpa dikomando. Prestasi di bidang orasi dan speak yang banyak dituliskan di ig-nya.
Duhhh Rul, dia masih muda sama sepertimu, tapi dia sudah bisa mencetak sejarah -minimal untuk namanya sendiri- dengan prestasi yang dimiliknya. Lha kamu apa?
Saya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan si mbak ini. Mungkin seperti butiran debu. Tapi saya malah bersyukur bisa ditunjukkan jalan sama Tuhan untuk stalking si mbaknya ini. Malam itu juga pikiran, hati, inspirasi, cita-cita, harapan, mimpi mulai bangkit kembali. Saya tidak mau menjadi manusia yang tidak bisa bermanfaat untuk sesamanya.
Dream design yang dulu saya pernah buat dan sekarang hilang entah kemana, saya buat lagi. Kali ini mimpi-mimpi itu saya tempelkan di almari. Suatu saat, tangan saya ini akan mencoret mimpi-mimpi itu sebagai tanda telah terwujud. Saya percaya Allah selalu memberi inspirasi, semangat, kekuatan lewat cara yang tidak terdua.
MAN JADDA WA JADDA
13 Desember 2015
Pojok Kamar Pink

semangaaaaatttt
SukaSuka
yang muda yang berkarySemangat mba….
SukaSuka
Semangat,yakin bisa Insya Allah bisa…. Tidak ada usaha yang sia sia
SukaSuka
Terimakasih semangatnya 🙂
SukaSuka
Harus itu mb, heheTerimakasih semangatnya 🙂
SukaSuka
Amin, terimakasih semangat dan doanya 🙂
SukaSuka
Menginspirasi, sebagai bekal menulis hari ini buat saya yg smpe jam 5 blm juga nulis ODOP, hiksMakasih
SukaSuka
Menginspirasi, sebagai bekal menulis hari ini buat saya yg smpe jam 5 blm juga nulis ODOP, hiksMakasih
SukaSuka