Kebanyakan orang menyebutnya sebagai hari pendek. Walaupun jumlah jam dihari jumat tetap sama dengan hari-hari lainnya. Sama-sama 24 jam. Seperti dengan hari-hari lainnya, hari jumat tetap memiliki makna tersendiri. Selain ritual sholat jumat bagi para muslim, ada juga ritual yang tak pernah absen tiap hari jumat. Yaitu ritual pulang kampung bagi para mahasiswa perantauan. Jadwal kuliah yang hanya pada hari Senin-Jumat (ada juga yang hanya sampai Kamis) memberikan kesempatan leluasa untuk para mahasiswa menjenguk kampung halamannya. Terutama kampung halaman yang masih berada disekitar kota tempat perantauan. Seperti yang terjadi pada hari Jumat ini, dimana suasana kampus berubah sepi dan terasa lenggang. Hal itu juga menjalar di tempat kos saya. Mayoritas penghuni kos yang saya tempati memang rata-rata pada doyan pulkam–alasannya homesick. Alhasil saya yang memutuskan untuk tidak pulang kampung minggu ini merasakan yang namanya kesepian. Terpaksa saya hanya ditemani oleh temaram lampu kamar yang telah siap menyambut sang malam. Berharap Jumat segera bergeser menjadi Sabtu.

Terutama kampung halaman yang masih berada disekitar kota tempat perantauan.lucu juga ya. dulu yg disebut merantau itu kalau dari sumatera,Sulawesi, dan daerah luar jawa lainnya ke pulau jawa atau sebaliknya (?) sementara sekarang, studi ke kota sebelah aja udah merantau namanya.
SukaSuka
Hahahahhaha emberrr
SukaSuka