Tak Berkategori

Pulang

Dia pernah berkata; kalau kamu sakit, segeralah pulang ke rumah, kamu hanya butuh makan nasi liwetnya ibuk. So, I need go home right now !

Tujuh belas tahun menjadi anak rumahan dan tiba-tiba harus menjadi anak rantau di kota tetangga (meskipun jaraknya hanya selempar dua petak di peta). Sedikit-sedikit homesick, sedikit-sedikit kangen ibuk, sedikit-sedikit mewek. Jadi mau tidak mau jadwal kepulangan ke rumah harus dua Minggu sekali. Tapi tidak harus juga sih, tergantung tugas negara juga wkwk.

Bulan ini, sudah lebih dari tiga Minggu saya tidak pulang, tapi rasanya sudah seperti seabad (sekali-kali lebay boleh lah). Alasannya tugas banyak, jadwal padat bak rayap,  pontang panting persiapan acara, bolak-balik ke desa seberang buat sampel data karya tulis. Alhasil jiwa dan mental mulai sedikit goyah. Beberapa Minggu terakhir badan sering ngedrop. Penyakit hilir mudik silih berganti. Badan masih disini, tapi pikirannya sudah melayang ke rumah.

Ditambah hujan beberapa Minggu terakhir juga lagi tidak bersahabat. Malaikat Mikail terlalu banyak menumpahkan riskinya. Bukan rindu yang bersemayam, tapi nestapa yang menghampiri. Berulang kali kehujanan. Mulai dari Semarang – Pemalang yang dibersamai hujan, pulangnya dari Batang-Semarang dibersamai hujan lagi. Lama-lama jadi pendekar hujan.

Pulang adalah jawaban yang paling pas untuk saat ini. Saya butuh menghirup aroma nasi liwet dan sayur kunci-nya ibuk. Saya butuh suara Abah yang sering memarahi anaknya gara-gara tidak menyegerakan sholat. Saya butuh celotehan adek-adek gara-gara rebutan barang atau minta bantuan buat mengerjakan PR. Saya merindukan mereka!

Selain itu, ada kepulangan satu lagi yang saya juga rindu. Mbah sudah pulang dari Rumah Allah di Baitullah. Rasanya tidak sabar, ingin segera mencium tangannya. Duduk sila mendengarkan cerita perjalanan spiritual di Tanah Haram, sambil nyomotin kurma Nabi dan kismis yang selalu jadi idola saat hari raya haji. Tak ketinggalan air zam-zam menjadi penawar keseretan dan pamungkas obrolan kami.

Satu tanggapan untuk “Pulang”

Tinggalkan komentar