Tak Berkategori

Ibuk

Seperti dengan peringatan hari besar lainnya, Hari Ibu tak ubahnya acara seremonial yang wajib fardhu ain di peringati setiap tahun sekali. Didengung-dengungkan disetiap lini media sosial dengan dalih agar para ibu yang diberi ucapan selamat membacanya.

Tapi apalah saya, mau jumpalitan bikin status selamat hari ibu. Toh beliau tidak bakal membacanya, ibuk tidak bermain di dunia maya, beliau hanya hadir di dunia nyata. Kecuali kalau ada yang mengabari jika anaknya sing ayu dewe telah melaksanakan profesi sakkral di Hari Ibu dengan menuliskan ‘selamat hari ibu’ di medsos. Meskipun ibuk tidak mainan medsos, beliau tetap ibu yang membanggakan bagi ketiga anaknya.

Ibuk akan tetap rempong jika anaknya berpakaian compang-camping. Ia akan memberikan ceramah perkara “ajining diri saka busana”. Meskipun bukan barang mewah yang dikenkan, tapi rapi dan klimis tetap jadi yang utama.

Ibuk akan tetap cerewet terhadap semua teman-teman anaknya. Menanyai satu persatu secara detail latar belakang semua teman ketiga anaknya. Ia tidak akan sungkan menegur anak orang (teman anaknya) jika menurutnya nyelewang.

Ibuk akan tetap pelit, jika anak-anaknya meminta membeli barang yang kurang penting. Secara tidak langsung, ia ingin menanamkan sifat hemat dan cermat dalam menggunakan uang karena hidup tidak melulu soal kesuksesan.

Ibuk akan mudah melankolis jika anak-anaknya terjadi apa-apa. Seperti saat menjenguk saya di kos pasca jatuh dari motor. Suaranya sedikit serak dan matanya sedikit bengkat, ibuk habis mengangis.

Tapi ibuk juga yang paling baik ketika menyangkut urusan sambal. Abah memiliki pantangan makan pedas, adik pada tidak suka pedas. Namun demi anak wadon yang doyan pedas ini, ia akan membuatkan sambal spesial atau kalau tidak membuat masakan menjadi dua versi; pedas dan tidak.

Begitulah ibuk, baik buruk sifat yang dimilikinya akan selalu menjadi ibu yang membanggakan bagi kami. Darinya, kami bisa tumbuh menjadi anak yang baik. Ia akan selalu memberikan semua untaian doa demi keselamatan dan kesuksesan anaknya.

Terimakasih ibuk.

《Sunnnn dari Semarang :* 》

Satu tanggapan untuk “Ibuk”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s