Tak Berkategori

SUMMER (Something to Remember)

Prolog

Terkadang ada sesuatu yang harus dilupakan untuk melangkah ke depan. Tetapi ada juga yang harus diingat untuk mengisi kekosongan masa depan. Bukankah setiap pertemuan akan lebih indah jika setiap detik bisa menjadi kepingan momen yang selalu diingat dan dikenang?

Disinilah cinta Anja dan Gaza bermula. Bertemu dengan kepingan memori yang berbeda untuk disatukan dalam sebuah ikatan takdir cinta yang akan selalu dikenang sepanjang hembusan nafas mereka.

─────────────────────────────

Tak ada yang lebih indah selain menata perasaannya untuk menyambut kampung halamannya. Kampung halaman yang jauhnya beribu-ribu kilometer ia tinggalkan demi pendidikan profesinya. Sudah dua kali lebaran ia lewatkan di negeri paman sam yang juga tentunya tanpa ayah, ibu dan kedua adiknya.

Rindunya semakin memuncak ketika bingkai foto itu turut ia masukkan ke dalam koper. Foto sahabat-sahabatnya sekaligus foto cinta pertamanya yang selalu ia bawa sampai keujung dunia sekalipun. Wajah cantik, pintar, murah senyum, baik hati, tidak sombong, penyayang, rajin menabung, suka membantu, tidak lemot acapkali menjadi bahan alasan mengapa ia memiliki banyak sahabat.

Setelah semua yang dianggapnya perlu untuk dikemas sudah ditata rapi. Ia mulai merebahkan diri sejenak di atas kasur apartemennya. Menghirup aroma kamarnya dalam-dalam sebagai tanda perpisahan darinya dan alih-alih matanya juga ikut menutup, membayangkan langit-langit ala disneyland milik kamar tidurnya. Saatnya dia kembali menyapa kamar tidurnya di kota Kretek.

Sayang sekali, lamunannya tentang kamar cantik miliknya harus dibuyarkan oleh suara smartphone-nya. Dengan enggan ia mengambil smarthphone yang terbaring disebelah kirinya.

“Anjaaaa”

Terdengar lengkingan suara meneriakkan namanya dari ujung smartphone-nya. ‘Ini anak emang nggak tahu sopan santun’ gumamnya dalam hati.

” Excuseer, kau sudah buka email pagi ini?”

‘Gimana sempat cek email, seharian sudah harus berurusan dengan kemas-kemas barang’ batinnya dalam hati.

“Aku tahu kau sibuk kemas-kemas pagi ini,jadi tak sempat buka email. Intinya Kau jadi meninggalkan Belanda tapi tujuanmu yang harus kau rubah” Lanjutnya seolah mengerti apa yang dipikirkan Anja.

Seketika tubuhnya mulai turun dari ranjang, menyandarkan diri kesisi ranjang untuk mengambil keseimbangan.

“Sekali lagi aku minta maaf, kau tak jadi balik ke Indonesia”

Terdengar nada penyesalan dalam bahasa Belanda milik Neth terus terdengar diujung smarthphone miliknya.

3 tanggapan untuk “SUMMER (Something to Remember)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s