Terbuai dalam lamunan, tersanjung dalam anganBiarkan deretan kursi coklat itu menjadi saksiBahwa aku benar-benar pernah memikirkanmuMemikirkanmu sampai aku lupa, ada buku yang terus aku campakan, ada waktu yang terus membawa materi-materi itu pergi, tanpa mau menghinggap di kepala memorikuSebenarnya ada yang lebih membuai dari anganku tentangmu. Kau tahu siapa dia?Dia tak berwujud seperti gagah dan… Lanjutkan membaca [Surat] Untukmu Para Pejuang Kuliah yang Terkantuk-kantuk
Rindu Ziarah
Setiap hari, tempat ini akan selalu dikunjungi oleh para peziarah. Baik dari daerah Kudus sendiri maupun luar Kudus. Semua berlomba dan berduyun-duyun untuk ngalap berkah kanjeng Sunan Kudus --salah satu dari sembilan waliyullah. Puncak kedatangan para peziarah biasanya terletak pada hari keempat dan kelima setiap pekan. Terutama pada Kamis malam atau malam Jum'at, tempat ini… Lanjutkan membaca Rindu Ziarah
Ternyata Hoax
Sabtu adalah hari yang selalu ditunggu-tunggu oleh para manusia penyongsong matahari (berangkat pagi, pulang petang). Dua hari kemudian setelah hari Sabtu yakni Senin, menjadi hari yang paling dibenci oleh para manusia bertipe sama pula. Padahal keduanya sama-sama dekat dengan hari minggu. Sama-sama menempuh waktu 24 jam. Sama-sama ada pagi, siang, malam. Lalu, kenapa yang di… Lanjutkan membaca Ternyata Hoax
Hutang dan Mangga
Dicatat ya...Saya masih punya dua hutang tulisan, beserta arisannya.Di hari ke enam dalam satu minggu ini : Sabtu. Saya lagi terseok-seok, tertatih-tatih, terhuyung-huyung untuk membayar segala hutang dan kewajiban saya. Semoga saja terlaksana segera mungkin. Jangan sampai tulisan berakhir menjadi draft lagi. Sebenarnya, saya sudah berusaha nulis di aplikasi blogger. Tapi ujung tombaknya hanya berhasil… Lanjutkan membaca Hutang dan Mangga
Mengeroposnya Ideologi
Beberapa hari dan malam yang lalu, acara diskusi yang diadakan oleh sekumpulan pergerakan mahasiswa se-Semarang usai digelar. Dengan beralaskan lantai ubin milik perpustakan pusat kampus, rinai hujan berangin sepoi-sepoi, serta tak ketinggalan gorengan hangat nan lezat yang tersaji di atas piring menemani diskusi sore itu dalam mengupas urgensi ideologi. Diskusi tersebut diisi oleh mantan mahasiswa… Lanjutkan membaca Mengeroposnya Ideologi
Negara Kesatuan Republik Odop (NKRO)
Jika kalian melihat Presiden minum kopi sambil melihat burung dan memegang flashdisk, apa yang kalian pikirkan?Ada bebera spekulasi yang muncul, yaitu;Presiden tengah diracuni seseorang melalui minuman kopi bersianida. Indikasi pelakunya adalah kolega partainya, akibat tidak mau menuruti kata mama.Presiden tengah asyik curhat dan stalking di twitter, sambil posting foto tentang keberadaanya di pulau yang indah… Lanjutkan membaca Negara Kesatuan Republik Odop (NKRO)
Stilleto Merah
Tunggu....Suaraku merambat ke segala ruang. Menggema ke seluruh banagunan yang berdiri kokoh ditopang oleh beton-beton penyangga. Sayangnya, disini banyak sekali orang, sehingga suaraku yang berat tenggelam di antara keramain mereka.Hei tolonglah, tunggu sebentar...Aku masih berusaha berteriak di tengah keramaian. Tanganku melambai-lambai ke atas. Berharap dia sadar akan keberadaanku. Lagi-lagi tubuhku harus terjepit diantara dua ibu-ibu… Lanjutkan membaca Stilleto Merah
Bukan Penggila Buku
Dengan senang hati saya akan membeberkan buku (baik cetak maupun elektronik dan selain diktat/buku pelajaran) yang telah mengisi rongga otak rumit saya. Bukan penggila buku dan pecinta buku. Tapi berusaha menjadi penikmat karya.Tidaklah seberapa, karena judul buku yang saya tuliskan di sini hanya yang masih terpaku dan terngiang-ngiang di otak saya. Serta memang sudah saya… Lanjutkan membaca Bukan Penggila Buku
Kretek
Kebetulan saya lahir dan tumbuh besar di kota Kudus, kota yang mendapat julukan sebagai kota Kretek. Serta, kebetulan juga rumah saya berada sepuluh lemparan batu dari pabrik kretek. Nama pasar kretek adalah rokok. Jadi intinya kehidupan dan lingkungan saya dikelilingi oleh hal-hal berbau rokok. Mata saya pun sudah terbiasa dengan pemandangan macet kota Kudus di… Lanjutkan membaca Kretek
ODOP dan Indomie
Berhubung tulisan Odop sudah dikupas tuntas -setajam silet- oleh Mbak Rina, Mbak Risa, Mbak Ratih, Mbak Sabrina, Mas Sae, dan simbak simas lainnya (mohon maaf karena keterbatasan space otak, jadinya nggak bisa ingat semuanya, padahal umurnya belum kepala dua) dan sudah dibumbui jenaka oleh Mas Ken dan Adek Audrey. Alhasil saya pun hanya mampu memunguti… Lanjutkan membaca ODOP dan Indomie
